Portal Fiksi

Loading...
Masih ada Puisi Cinta - 11

Masih ada Puisi Cinta - 11

Risnani bangkit dari duduknya dan ia baringkan tubuhnya di samping Ambar. Baru kali ini di rasakannya ia menggalami keletihan yang sangat. ...
Masih ada Puisi CInta - 10

Masih ada Puisi CInta - 10

Kamar itu menjadi hening. Sunyi yang demikian mencekam. Risnani menyisir rambutnya di depan toilet. Matanya juga memancarkan kesedihan. O...
Masih ada Puisi Cinta - 9

Masih ada Puisi Cinta - 9

“Selamat malam, Ris. Selamat malam, Ambar,” ucap dan salam yang ramah dari wanita yang baru saja masuk itu. Namun keramahan itu di sambut d...
Masih ada Puisi Cinta - 8

Masih ada Puisi Cinta - 8

“Kawin saja!” sergah Ambar. “Doddy mau di kemanakan?” “Alaaa…! Sok, kamu ah! Setiap hari kamu juga ganti cowok. Tinggal saja Doddy mu i...
Masih ada Puisi Cinta - 7

Masih ada Puisi Cinta - 7

“Mengapa baru saat ini kau datang, Mas?” tanya Risnani dalam hati, “ tak kalah aku terlanjur melangkah jauh. Dan tak mungkin berbalik lagi...
Masih ada Puisi Cinta - 6

Masih ada Puisi Cinta - 6

“Ya?” “Kita masih memiliki sepotong cinta bukan? Meski sudah retak dan hancur?” Risnani menatap Tiar sedih. Kemudian mengangguk lemah. ...
3 Wajah Marissa - TAMAT

3 Wajah Marissa - TAMAT

Kengerian menapaki diriku melihat bilur luka yang makin merah dan bengkak. Mungkin, karena ia menderita diabetes, membuat lukanya tak kunju...
3 Wajah Marissa - 31

3 Wajah Marissa - 31

“Jadi, kaupikir... mereka ini...,“ suara Satya menggantung, kedengarannya tidak yakin dan lemah untuk seorang yang keras dan otoriter seper...
3 Wajah Marissa - 30

3 Wajah Marissa - 30

Marissa linglung. Ia mendadak kehilangan kemampuan mengenali apa pun, siapa pun, dan apa yang sedang dihadapinya. Sesaat setelah ia bisa ke...
loading...
Back To Top