Hai !!! Selamat membaca..! Semoga menginspirasi...

3 Wajah Marissa - 7

....Bulgari-nya, pasti aku tidak akan menyadari kehadirannya. Tanpa bicara, diletakkannya sekotak makanan yang dari etiketnya aku tahu itu makanan Jepang kesukaanku. Kemudian ia berjalan menuju ruang perawat. Memberikan kesempatan padaku untuk makan.
Ya, ampun... aku baru sadar betapa perihnya perutku. Ini sudah hampir pukul tujuh malam dan aku hanya berbuka dengan air mineral untuk membatalkan puasaku. Beef teriyaki ini rasanya benar-benar super. Ebi katsu, tepanyaki dan ekado-nya juga spicy serta crunchy... oh, yummy... yummy!
Saat aku tengah asyik makan, Satya sudah balik lagi dan membuatku buru-buru menyesap jus stroberi dengan float es krim vanilla. Enak, sih. Tapi, akan lebih enak lagi kalau tidak ada Satya berdiri di sana. Dia seakan memberikan tekanan mental manakala berada di sekitarku. Rasanya aku dituntut untuk selalu benar dan beres di hadapannya.
Ia memandangku dengan ekspresi datar saja.
“Makanlah. Jangan berhenti karena aku ada di sini,“ katanya, sambil duduk kembali di sisiku. Aku merasa tidak nyaman memperhatikan beef teriyaki di pangkuanku yang masih separuh itu. Aroma minyak wijen dan saus kikkoman yang bergelimang di antara irisan daging dan bawang bombay.... Oh, tidak!
“Aku membuatmu kehilangan selera, ya?“
Makin tidak menyenangkan saja. Separuh menyesal, kututup kotak untuk menghindari aroma yang menggoda.
“Tidak juga... perutku masih beradaptasi setelah sekian lama kosong,“ jawabku. Betapa munafiknya!
“Puasa?“
Aku mengangguk.
“Kau persis Tante Dian,“ ia menyebut almarhumah ibuku tanpa ekspresi. Rasanya acara makanku memang harus selesai. Seleraku lenyap seketika.
“Aku tidak habis pikir. Bagaimana mungkin Delia bisa lupa akan segala sesuatu mengenai dirinya?“ Satya bersandar pada bangku, lalu menoleh padaku, “Kau percaya itu?“
Mengapa tidak? Aku membatin. Seseorang yang berada dalam tekanan seperti yang dialami Delia, tidak hanya bisa menjadi histeris karena stres. Mungkin ia bisa juga nekat bunuh diri.

Loading...
Loading...